Aileen Martinia, Desainer “Gila” dari Belanda

Desainer interior Indonesia yang berdomisili di Amsterdam, Belanda, ini memang pantas disebut “gila”. Apa pasal? Ia berani menelanjangi rahasia profesi desain dan menuliskan rahasia tersebut bagi siapa saja lewat bukunya “Interior Design Superpowers for Everyone – 6 Steps to Your Dream Home!

Ditulis dalam bahasa Inggris sederhana, desainer “gila” bernama Aileen Martinia ini malah mengajari cara memiliki rumah indah tanpa perlu menyewa tenaga desainer dengan anggaran berapa pun di kantong Anda. Kok begitu? Berikut petikan wawancara dengannya:

Interior indah bagi siapa saja, tanpa desainer, dan dengan budget berapa saja.  Kok bisa, bagaimana caranya?

Sebenarnya semua orang sudah memiliki preferensi sendiri terhadap gaya interior yang dianggap “indah”. Entah itu tradisional, minimalis, klasik, dan sebagainya. Nah, tugas saya itu mengajari dan mengarahkan pemilik rumah supaya mereka dapat mewujudkan itu dari awal hingga akhir tahap demi tahap.

Caranya, pertama saya jelaskan dulu prinsip dasar desain interior, setelah itu saya menyediakancheck list pertanyaan yang perlu dijawab. Tentu, tiap orang memiliki jawaban berbeda. Jadi, hasil akhirnya adalah interior rumah impian masing masing orang.

Saya menuntun seluruh proses desain melalui check list tersebut, supaya pilihan desainnya tidak salah kaprah. Begitu kira-kira.

Kalau Anda membocorkan rahasia profesi ini, apakah Anda tidak nantinya tidak ada yang menyewa Anda lagi?

Hahaha…tidak juga. Kepuasan saya dalam bekerja adalah melihat bagaimana pengetahuan saya bermanfaat untuk klien-klien saya. Saya merasa kasihan kalau perabot yang dibeli itu salah, misalnya, tidak cocok dengan ruangannya, akhirnya malah menyesal. Atau, rumahnya tampak ruwet, padahal dengan pengetahuan sedikit saja, tinggal ganti posisi perabot sudah beda 200 persen.

Sejak masih kuliah saya memiliki hobi desain interior dan arsitektur. Selama bertahun-tahun saya belajar desain secara autodidak. Saya mengalami banyak jatuh bangun karena belajar desain sendiri. Saya membaca banyak sekali buku-buku desain dan belajar sendiri, juga teknis pertukangan sederhana. Jadi, saya memahami kacamata awam tentang desain, dan kadang kesulitan mereka saat mendesain rumah sendiri. Padahal, itu rumah mereka sendiri lho. Tiap orang kan tahu kebutuhan dan kesukaan mereka masing-masing. Herannya, banyak orang yang bingung mendesain rumah sendiri. Karena itulah saya membuat buku ini.

Saya tidak takut gara-gara buku ini orang tidak menyewa saya. Justru, dengan adanya buku ini orang tahu cara berpikir saya, dan jadi percaya dengan kemampuan saya.

Ada ratusan buku interior di pasaran, kenapa buku Anda lain dari yang lain?

Sebenarnya begini. Buku-buku atau majalah-majalah interior yang biasanya penuh foto-foto itu hanya bisa bermanfaat maksimal jika yang membaca sudah memiliki dasar pengetahuan desain interior. Kalau tidak, jadinya hanya meng-copy paste, dari halaman majalah pindah langsung ke ruangan tanpa pemikiran lebih lanjut. Padahal, mungkin bentuk ruangannya tidak sesuai atau pencahayaannya lain. Justru, buku saya tida terfokus dengan foto-foto indah, tapi lebih ke arah menjelaskan efek suatu keputusan dalam mendesain rumah.

Ada tips singkat yang dapat Anda berikan?

Jangan shopping sambil mendesain rumah. Mana ada desainer profesional muter-muter di mal dan tiba-tiba terciptalah desain yang baik dan fungsional? Tidak ada.

Ada baiknya, luangkan waktu berpikir dan dapatkan dahulu dasar pengetahuan desain, beda hasilnya nanti seperti langit dan bumi.

Sumber: http://properti.kompas.com/index.php/read/

2013/06/10/11400117/Aileen.Martinia..Desainer.Gila.dari.Belanda.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s